Slide 1

Peran Penting Inovasi Bisnis Jalan Tol yang Semakin Berkualitas untuk Indonesia


11 September 2020 |   Berita/Umum  |   52

Peran Penting Inovasi Bisnis Jalan Tol yang Semakin Berkualitas untuk Indonesia

Labuan Bajo – Pembangunan infrastruktur Jalan Tol yang ada di setiap wilayah di Indonesia telah memberikan manfaat nyata dalam mendukung kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Hingga saat ini para pelaku industri Jalan Tol dihadapkan pada tantangan investasi, konstruksi, pendanaan dan pengoperasian jalan tol yang harus semakin berkualitas. Sehingga tantangan tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya para pengguna Jalan Tol.

Pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR bersama Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang diselenggarakan selama 2 hari, pada 10 -  11 September 2020, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Rapat koordinasi dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi. 

Dalam arahannya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dirinya berterimakasih atas dilaksanakannya kegiatan rapat koordinasi ini, sehingga dirinya berpesan kepada seluruh peserta yang hadir untuk terus memperhatikan mengenai perlunya inovasi bisnis Jalan Tol yang semakin berkualitas, karena bangsa Indonesia tetap menjadi tujuan investasi paling besar.

“Saya berharap kepada ATI untuk bekerja bersama-sama dalam melakukan keterpaduan mulai dari desain dan pekerjaan yang semakin berkualitas dalam pelaksanaan pembangunan maupun pengelolaan Jalan Tol di Indonesia. Selain itu diperlukannya juga inovasi pembiayaan untuk mendapatkan sumber pendanaan pada pelaksanaan pengusahaan Jalan Tol,” ujar Menteri Luhut Binsar Pandjaitan dalam memberikan arahannya kepada seluruh peserta rakor BPJT bersama ATI, Jum’at (11/9/20).

Sementara Kepala BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit dalam laporannya mewakili BPJT dan ATI, ingin menyampaikan rasa bahagia dan terima kasih kami untuk kehadiran dua jenderal yaitu Jenderal Luhut Binsar Pandjaitan Bapak Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, dan Bapak panutan kami Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, (seperti yang disampaikan Bapak Menkomarinves) adalah jenderal infrastruktur.

“Kami ingin melaporkan bahwa tahun 2020 ini dan tahun-tahun ke depan merupakan periode yang sangat dinamis. Risiko bisnis Jalan Tol tahun menghadapi tantangan yang berbeda dengan krisis finansial sebelumnya. Adanya pandemi Covid-19 mengharuskan kami untuk melakukan review atas risiko pengusahaan Jalan Tol,” ujar Danang.

Dikatakan Danang, BPJT dan ATI juga mengucapkan terimakasih atas dukungan bapak Menkomarinves dan bapak Menteri PUPR salah satunya atas inisiatif pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) dukungan pengusahaan Jalan Tol ini, tentu dengan disertai janji untuk penuntasan pengakhiran pengelolaan dana bergulir pengadaan tanah. Dirinya berharap dengan terlaksananya Rapat Koordinasi BPJT dengan ATI ini akan memberikan manfaat bagi pembangunan infrastruktur Indonesia khususnya di sektor Jalan Tol di masa mendatang. 

Ketua Umum Asosiasi Jalan Tol Indonesia Subakti Syukur dalam laporannya juga menambahkan, ATI juga terus berupaya dalam memastikan pengembangan infrastruktur Jalan Tol dapat dilakukan dengan professional dan perhitungan yang akurat guna memastikan bahwa proyek Jalan Tol yang dilaksanakan telah layak secara finansial, serta selalu mengedepankan asas fairness terhadap investor dan para stakeholder. 

“Dalam 5 tahun terakhir, industri Jalan Tol telah berkembang amat pesat dengan total investasi mencapai Rp 500 Triliun, dan investornya tidak hanya didominasi oleh BUMN saja, namun banyak pihak swasta bahkan asing yang turut berivestasi. Hal ini merupakan suatu lompatan besar dalam industry Jalan Tol yang berkaitan pada iklim investasi di Indonesia yang harus sangat dijaga, salah satunya dengan komitmen dalam memberikan kepastian investasi tersebut,” ujar Subakti Syukur.

Pelaksanaan kegiatan tahunan Rakor BPJT bersama ATI tahun 2020 membahas mengenai pelaksanaan komitmen implementasi tahun 2019-2020 serta menyusun rencana kerja Bersama tahun 2020-2021. Sehingga dalam kegiatan rakor ini sebagai upaya dalam mendiskusikan, dan mensepakati berbagai solusi atas permasalahan dalam pengusahaan jalan tol, maupun menyampaikan isu strategis pada pengambil kebijakan puncak dalam kebijakan infrastruktur dan investasi. 

Kehadiran inovasi teknologi Jalan Tol saat ini telah berubah menjadi “instrumented infrastructure” sehingga memungkinkan teknologi kecerdasan buatan mewujudkan komunikasi antara jalan dan kendaraan atau V2I, serta sistem survailans kondisi bangunan jalan dan jembatan menggunakan platform “Internet of Things”. BPJT Kementerian PUPR juga terus berkoordinasi bersama seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dalam menjalankan tugas untuk menuntaskan investasi, konstruksi, dan operasi sepanjang 2.500 KM lagi hingga tahun 2024.

Pelaksanaan rakor BPJT bersama ATI sebelumnya telah didahului kegiatan Technical Working Group yang dalam hal ini telah bekerja keras untuk melakukan pembahasan awal melalui pertemuan fisik dan daring, serta dibulatkan dalam pertemuan selama tiga hari dari tanggal 9 hingga 11 September 2020 mulai dari bidang Investasi Jalan Tol, bidang Teknik Jalan Tol, bidang Pendanaan Jalan Tol, dan bidang Operasi & Pemeliharaan Jalan Tol.

Selanjutnya, rakor BPJT bersama ATI juga diisi oleh narasumber pendukung yang berperan penting terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Indonesia khususnya pada jalan tol dalam hal ini yaitu :
1.    Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Oleh Hedy Rahadian dengan topik bahasan “Pemberian Stimulus Pengusahaan Jalan Tol”.
2.    Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Oleh Eko D. Heripoerwanto dengan topik bahasan “Paparan Peraturan Menteri PUPR no. 20/PRT/M/2020 tentang Tugas dan Wewenang Bina Marga, Dirjen  Pembiayaan Infrastruktur, Badan Pengatur Jalan Tol  (BPJT) dan Badan Usaha Jalan Tol”.
3.    Senior Excecutive Vice Presiden Mandiri Sekuritas Oleh Harold Jonathan dengan topik bahasan “Strategi Pasar Modal dalam Pembiayaan Jalan Tol”.
4.    Direktur Investment Banking Danareksa Sekuritas Oleh Boumediene dengan topik bahasan “Strategi Pasar Modal dalam Pembiayaan Jalan Tol”.
5.    Direktur Prasarana Transportasi Jalan, Kementerian Perhubungan Oleh M. Risal Wasal dengan topik bahasan “Pembaruan Roadmap Untuk “Zero ODOL” di Jalan Tol 2020 – 2022”.
6.    Direktur Utama Lembaga Manajemen Aset Negara Oleh Basuki Purwadi dengan topik bahasan “Penyiapan dan Percepatan Pembiayaan Pembebasan Lahan Tahun 2021”.
7.    Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas Oleh Wahyu Utomo dengan topik bahasan “Prioritas Proyek Strategis Nasional 2021”.
8.    Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi dengan topik bahasan “Rencana Pengembangan Provinsi Nusa Tenggara Timur”. (BPJT/Dms)

SHARE: