Slide 1

Jalan Tol Bali - Mandara Menjadi Salah Satu Infrastruktur Pendukung Penyelenggaraan G20 di Bali Tahun 2022


07 Januari 2022 |   Berita/Umum  |   188

Jalan Tol Bali - Mandara Menjadi Salah Satu Infrastruktur Pendukung Penyelenggaraan G20 di Bali Tahun 2022 Foto : Jalan Tol Bali - Mandara Menjadi Salah Satu Infrastruktur Pendukung Penyelenggaraan G20 di Bali Tahun 2022

Jakarta - Penyelenggaraan KTT G20 yang akan dilaksanakan di Indonesia serta sebagai tuan rumah nanti pada tahun 2022 akan mengambil tema besar yaitu recover together, recover stronger. Pulau Bali yang akan menjadi pusat lokasi penyelenggaraan KTT G20 akan semakin dibuat lebih ramah lingkungan melalui kegiatan pembenahan infrastuktur kawasan yang didukung dengan penghijauan yang masif. 

Pada pelaksanaan KTT G20 tahun 2022 mendatang Jalan Tol Bali - Mandara menjadi salah satu infrastruktur pendukung untuk dapat dilintasi para tamu kenegaraan pada event tersebut. Jalan Tol Bali - Mandara merupakan Jalan Tol pertama di Pulau Bali yang menghubungkan tiga wilayah yaitu Nusa Dua, Ngurah Rai, dan Benoa serta merupakan salah satu tol atas air terpanjang di dunia.

Menteri Basuki pada saat melakukan kunjungan mengecek kesiapan pelaksanaan KTT G20 juga meminta penghijauan di ruas Jalan Tol Bali - Mandara. “Hijau ini bisa dengan pohon atau tanaman bunga untuk beautifikasi sehingga lebih terlihat lembut, hal ini nanti akan disiapkan dengan arsitek landscape untuk desainnya.

Jalan Tol Bali - Mandara telah menerapkan green energy melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di jalur motor yang saat ini masih dalam kajian bisnis. Untuk mendukung program penghijauan dalam rangka menciptakan green toll road, juga telah dilakukan juga penanaman 72 ribu bibit mangrove di lingkungan jalan tol dan sosialisasi pengurangan penggunaan sampah plastik.

Jalan Tol Bali - Mandara juga merupakan jalan tol atas laut pertama di Indonesia serta satu-satunya Jalan Tol di Indonesia yang memiliki jalur untuk motor. Terdapat 22 gerbang tol yang terdiri dari 8 gerbang tol di Nusa Dua (4 gerbang tol mobil, 4 gerbang tol motor), 7 gerbang tol di Ngurah Rai (4 gerbang tol mobil, 3 gerbang tol motor), dan 7 gerbang tol di Benoa (4 gerbang tol mobil, 3 gerbang tol motor). 

Jalan Tol ini telah dipasang alat pengukur kecepatan angin berupa anemometer berbasis Internet of Things (IoT) demi keamanan berkendara. Alat tersebut dapat memudahkan monitoring kecepatan angin real time hanya dengan melalui gadget serta dapat memberikan warning apabila kecepatan angin telah melebihi standar yang berlaku di Jalan Tol.

Saat kecepatan angin mencapai 40 km/jam, alat akan mulai mengeluarkan warning. Jika kecepatan angin melebihi 60 km/jam, jalur motor ditutup sementara guna menghindari resiko kecelakaan. Dan apabila sudah melebihi 80 km/jam, jalur mobil juga ikut ditutup.

Selain itu, Jalan Tol Bali - Mandara juga dilengkapi 50 CCTV pemantau 24 jam untuk memantau pergerakan kendaraan dan panel listrik berbasis IoT untuk memudahkan dalam pemantauan listrik tanpa harus kelokasi panel. Panel listrik berbasis IoT merupakan monitoring listrik dan otomatic control berbasis website yang bertujuan untuk memonitoring kondisi listrik (arus, tegangan, penggunaan daya, penyebab pemadaman listrik) serta otomatic control yang berfungsi untuk monitoring kondisi lampu PJU dari jarak jauh. (BPJT/Dms)

SHARE: