berita

Semarak 74 Tahun Indonesia, Konektivitas Jalan Tol Memberikan Peran Positif Bagi Kesejahteraan Seluruh Rakyat Indonesia

Semarak 74 Tahun Indonesia, Konektivitas Jalan Tol Memberikan Peran Positif Bagi Kesejahteraan Seluruh Rakyat Indonesia

Membangun pondasi suatu negara bukanlah hal yang mudah untuk sampai kepada tujuan terbentuknya puncak pembangunan tersebut. Semua membutuhkan proses hingga semangat gotong royong setiap unsur kepentingan yang ikut serta dalam setiap pembangunannya. Infrastruktur adalah aset utama juga pondasi setiap negara yang memiliki peranan dan manfaat pada masing-masing sektor.

Selama lima (5) tahun perjalanan periode tahun 2015 - 2019 dalam capaiannya untuk membangun infrastruktur, kini Indonesia telah berhasil membangun infrastruktur berbasis konektivitas yang memiliki nilai penting sebagai akses pemberi dampak positif setiap daerah di Indonesia. Tidak berhenti disitu saja, kehadiran konektivitas jalan bebas hambatan yang terbangun ini akan berdampingan dengan kawasan produksi rakyat, seperti kawasan industri kecil, kawasan pariwisata, maupun kawasan ekonomi khusus.

Percepatan pembangunan jalan tol sebagai bagian dari sistem jaringan jalan nasional sehingga merupakan langkah nyata dalam mewujudkan Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam meningkatkan produktivitas rakyat, daya saing bangsa dan mendorong kemajuan peradaban bangsa. Hal ini berkaitan dengan manfaat nyata konektivitas jalan tol yang menjadi cikal bakal tulang punggung pergerakan ekonomi Indonesia, memperlancar sistem distribusi logistik, efisiensi waktu perjalanan, bahkan mempermudah mobilitas barang, jasa dan masyarakat, serta menjadi akses pendukung menuju kawasan-kawasan wisata di setiap daerah di Indonesia yang kaya akan keindahan alamnya.

Dalam hal ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan jalan tol sejak tahun 2015 hingga Juni 2019 yaitu sepanjang 985 Kilometer (Km). Kemudian pada akhir tahun 2019 ditargetkan sepanjang 1.852 Km jalan tol telah terbangun di beberapa wilayah di Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, hingga Pulau Sulawesi.

Berdasarkan target capaian akhir tahun tersebut, menyusul penyelesaian secara bertahap sisa pelaksanaan pembangunan jalan tol yang sedang dimulai konstruksinya di tahun 2019, dan akan selesai pada tahun 2020 untuk siap beroperasi. Secara kumulatif jika dijumlahkan keseluruhan sejak tahun 1978 hingga saat ini jumlah jalan tol yang sudah tersambung seluruhnya yaitu sepanjang 1.780 Km.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, manfaat dari terbangunnya infrastruktur jalan tol bukan hanya sebagai jalur penghubung mobilisasi transportasi antar wilayah, tetapi dapat juga di integrasikan dengan kawasan industri yang semakin berkembang. Sehingga dapat mendukung peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar global berskala internasional.

“Manfaat lainnya terhadap pembangunan jalan tol, dapat memangkas biaya angkutan logistik dan mengurangi waktu tempuh pengiriman barang (delivery time). Dengan kepastian waktu tempuh, investor dapat membuat perhitungan business plan yang lebih matang sehingga membuka lapangan pekerjaan di sekitar pusat perindustrian di setiap daerah,” tegas Menteri Basuki.

Kepala BPJT Kementerian PUPR, Danang Parikesit mengatakan, keberadaan jalan tol juga bisa mendatangkan akses ekonomi baru, mulai dari wisata dan budaya di daerah setempat. Masyarakat juga merasakan manfaatnya dan menggunakan jaringan jalan ini pada saat perayaan hari lebaran, libur natal, dan tahun baru bersama keluarga dengan lebih nyaman.

“Kami terus menghimbau kepada seluruh para pengguna jalan tol agar tetap memperhatikan kondisi jalan saat berkendara, kondisi stamina tubuh, dan jangan lupa beristirahat ketika badan lelah. Siapkan isi saldo uang elektronik dan bahan bakar yang cukup, serta ikuti aturan berkendara yang telah disusun,” ujarnya.

Kehadiran jalan tol juga mengakomodasi pengembangan dan pemasaran produk-produk lokal di Rest Area tol. Produk yang ditawarkan tersebut merupakan hasil buah tangan setiap UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) milik masyarakat yang terpajang hingga kuliner khas daerah setempat juga disajikan bagi pengendara yang melintas.

Hal ini menjadi aspek penting dalam mendukung perekonomian masyarakat di setiap daerah dengan menciptakan lahan-lahan usaha baru dalam rangka pemerataan ekonomi.yang semakin baik dengan hadirnya jalan tol. 74 Tahun Indonesia “SDM Unggul, Indonesia Maju”, gelorakan semangat pembangunan, guna menghasilkan hasil nyata untuk Indonesia yang semakin baik di masa depan. (BPJT/Dms)

Share Berita Ini

Berita Terkait