Slide 1

Jalan Tol Akses Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati Rampung September 2021


06 September 2021 |   Berita/Umum  |   293

Jalan Tol Akses Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati Rampung September 2021 Foto : Jalan Tol Akses Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati Rampung September 2021

Bekasi - Kementerian PUPR terus mempercepat pembangunan ruas tol Akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang terkoneksi dengan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) sepanjang 3,38 km dan ditargetkan rampung konstruksinya pada September 2021 ini.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam mempercepat pembangunan ruas tol Akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

"Luar biasa bisa selesai September 2021. Kualitas baik dan rapi. Selamat dan terima kasih," tulis Menteri Basuki dalam testimoninya saat meninjau ruas tol Akses BIJB Kertajati.

Ruas tersebut nantinya mendukung pengoperasian BIJB Kertajati sekaligus mendukung pengembangan segitiga kawasan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat, yaitu Pelabuhan Patimban di  Kabupaten Subang, Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, dan kawasan di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta sebagai sebuah kawasan industri yang saling terkoneksi dan saling mendukung agar berdaya saing.

Dengan dibangunnya ruas Tol Akses Bandara Kertajati bersamaan dengan target rampungnya pembangunan Jalan Tol Cisumdawu pada akhir tahun 2021, diharapkan akan mendukung konektivitas menuju ke Bandara dengan mengurangi waktu tempuh dari Bandung sekitar 3 jam menjadi 1 jam. 

Pembangunan jalan tol akses menuju BIJB Kertajati yang terkoneksi dengan Tol Cipali dimulai dari KM 158+700. Secara teknis jalan tol utama memiliki 4 lajur untuk dua arah dengan lebar 3,6 meter. Sementara untuk akses ramp memiliki lebar lajur 4 meter yang dilengkapi 2 jembatan. 

Konstruksi ruas tol ini mulai dibangun sejak kontrak pekerjaan 28 September 2020 dengan progres pembangunan hingga 31 Agustus 2021 telah mencapai 96%. Pembangunannya dilaksanakan PT. Lintas Marga Sedaya selaku pemegang konsesi dan juga PT Pembangunan Perumahan (Persero) dan PT ACSET Indonusa Tbk. selaku kontraktor pelaksana dengan nilai proyek sebesar Rp 692 miliar. (BPJT/Dms)

SHARE: