Jakarta — Pemerintah secara resmi menutup Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 (1447 H) pada Senin (30/3) di Ruang Mataram, Kantor Pusat Kementerian Perhubungan. Penutupan posko ini dipimpin oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain kementerian dan lembaga terkait, TNI/Polri, pemerintah daerah, serta mitra kerja sektor transportasi.
Kegiatan penutupan ini menjadi bagian penting dari rangkaian penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun 2026, sekaligus sebagai forum untuk menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan layanan transportasi selama periode mudik dan arus balik.
Berdasarkan hasil pemantauan selama periode 13 hingga 29 Maret 2026, mobilitas masyarakat selama masa Angkutan Lebaran menunjukkan tren peningkatan. Tercatat sebanyak 147,55 juta orang melakukan perjalanan, meningkat sebesar 2,53% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan tingginya aktivitas masyarakat dalam merayakan Hari Raya Idulfitri.
Sementara itu, jumlah pengguna angkutan umum juga mengalami peningkatan signifikan. Selama periode tersebut, total pengguna angkutan umum tercatat mencapai 23,54 juta orang atau meningkat sebesar 10,87% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi masyarakat yang semakin memanfaatkan moda transportasi umum, seiring dengan upaya peningkatan kualitas layanan, aspek keselamatan, serta kemudahan akses yang disediakan.
Selain itu, seluruh moda transportasi juga menunjukkan kinerja yang positif selama periode Angkutan Lebaran 2026. Angkutan jalan, laut, udara, perkeretaapian, hingga penyeberangan mencatatkan peningkatan baik dari sisi jumlah pengguna maupun kelancaran operasional. Hal ini tidak terlepas dari sinergi dan koordinasi yang baik antarinstansi, serta kesiapan infrastruktur dan layanan yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Dari sisi lalu lintas kendaraan, pergerakan keluar wilayah Jabodetabek tercatat mencapai 2,96 juta kendaraan atau meningkat sebesar 4,39% dibandingkan tahun sebelumnya. Distribusi perjalanan didominasi menuju wilayah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur yang menjadi tujuan utama masyarakat untuk merayakan Lebaran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPJT, Wilan Oktavian, menyampaikan bahwa pihaknya memastikan operasional jalan tol selama periode Angkutan Lebaran 2026 berjalan dengan lancar, aman, dan terkendali. “Kami memastikan operasional jalan tol selama periode Angkutan Lebaran 2026 berjalan dengan lancar, aman, dan terkendali. Kami terus memperkuat koordinasi dengan Badan Usaha Jalan Tol serta pemangku kepentingan terkait untuk menjaga kualitas layanan, khususnya dalam mengantisipasi lonjakan lalu lintas pada arus mudik dan arus balik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa BPJT juga meningkatkan dan mengoptimalkan layanan di rest area guna memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan tol. “Kami juga mengoptimalkan manajemen lalu lintas serta meningkatkan layanan di rest area. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan jalan tol sebagai bagian dari sistem transportasi nasional yang terintegrasi,” tambahnya.
Penutupan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu ini tidak hanya menandai berakhirnya operasional layanan Angkutan Lebaran tahun 2026, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam melakukan evaluasi menyeluruh. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar dalam penyempurnaan kebijakan, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan koordinasi lintas sektor guna menghadapi penyelenggaraan Angkutan Lebaran pada tahun-tahun mendatang. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi nasional yang aman, nyaman, dan berkelanjutan, serta mampu mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang setiap tahunnya. (BPJT/Mhn/Gr)










