Yogyakarta, 25 April 2026 – Dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dan Biru (Galang RTHB), dilaksanakan aksi penanaman pohon di koridor Jalan Tol Solo–Yogyakarta–Kulon Progo segmen Prambanan–Purwomartani, Sabtu (25/4). Kegiatan ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.
Pada kegiatan tersebut, Kepala BPJT Wilan Oktavian turut hadir dan memberikan penjelasan singkat kepada Menko AHY terkait progres pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta – Kulon Progo segmen Prambanan – Purwomartani sepanjang 11,48 Km.
“Saat ini Progres Konstruksi Jalan Tol Solo – Yogyakarta – Kulon Progo segmen Prambanan – Purwomartani sudah 94,63% , selain itu akan dibangun akses tol Bokoharjo yang ditargetkan fungsional pada Lebaran tahun depan” Ujar Wilan.
Program ini merupakan bagian dari tindak lanjut inisiatif Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Selanjutnya, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mencanangkan Galang RTHB melalui program Green Corridors, yakni penanaman pohon besar di sepanjang jalan tol.
Upaya ini juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang menargetkan minimal 30 persen ruang terbuka hijau di setiap wilayah. Program Green Corridors dilaksanakan secara kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, BUMN, dan sektor swasta sebagai langkah strategis dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Adapun manfaat dari program ini antara lain:
- Menyerap emisi karbon dioksida (CO₂) untuk mengurangi polusi udara;
- Mitigasi krisis iklim dan risiko bencana ekologis;
- Mendukung pelestarian keanekaragaman hayati;
- Meningkatkan estetika dan kenyamanan pengguna jalan;
- Mendorong kolaborasi multipihak dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Dalam kegiatan penanaman ini, sebanyak 60 pohon ditanam di STA 42+200 Interchange Purwomartani, yang terdiri dari 15 pohon Trembesi, 15 pohon Tanjung, 15 pohon Kecik, dan 15 pohon Asem Jawa.
Menko AHY menyampaikan “setiap 100Km Ruang Milik Jalan (Rumija) jalan tol yang ditanami oleh pohon Trembesi bisa menyerap 440 Ton CO2 pertahun. Hal ini menjadi ikhtiar dan kita dapat terus bergerak mengawal Galang RTHB ini”
“Tadi disampaikan oleh Kepala BPJT, apabila jalan tol ini sudah tersambung Solo – Yogya akan memangkas waktu tempuh perjalanan yang tadinya perjalanan membutuhkan waktu 2 -2,5 Jam maka akan menjadi 35-40 menit” tambah AHY. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Sekretaris Jenderal Kementerian PU Wida Nurfaida, Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar, Bupati Sleman Danang Maharsa, Direktur Utama Jasamarga Jogja Solo Rudy Hardiansyah, serta jajaran Kemenko IPK dan Kementerian PUPR, khususnya Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah–DIY. (BPJT/GR)









