Kementerian PU Dorong Peningkatan Layanan Sejalan dengan Meningkatnya Kendaraan


Jakarta — Kementerian PU menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dalam kegiatan media gathering bertajuk Penanganan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 yang diadakan pada 2 April di Pendopo Kementerian PU. Kegiatan ini menjadi forum diseminasi informasi kepada publik sekaligus refleksi atas kinerja pelayanan transportasi, khususnya pada jaringan jalan tol selama periode angkutan Lebaran.

Dalam forum tersebut, Kementerian PU menekankan bahwa tren peningkatan mobilitas masyarakat berdampak langsung terhadap kenaikan volume lalu lintas, sehingga diperlukan upaya berkelanjutan dalam peningkatan kapasitas dan kualitas layanan infrastruktur jalan. Evaluasi yang dilakukan mencakup aspek lalu lintas, kinerja layanan, efektivitas rekayasa lalu lintas, hingga koordinasi lintas pemangku kepentingan.

Berdasarkan hasil evaluasi, volume lalu lintas selama periode Lebaran 2026 menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan kondisi normal. Total kendaraan yang keluar dari Jakarta tercatat mencapai 3.255.002 kendaraan atau meningkat sebesar 18,43%. Puncak arus mudik terjadi pada H-3 dengan volume mencapai 270.315 kendaraan, yang menjadi angka tertinggi sejak tahun 2022.

Selain di wilayah Jawa, peningkatan pergerakan kendaraan juga terjadi di wilayah Sumatera. Arus masuk kendaraan melalui Gerbang Tol Bakauheni Selatan tercatat meningkat hingga 100,32% dibandingkan kondisi normal. Hal ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat antarwilayah yang turut didukung oleh konektivitas infrastruktur jalan tol dan penyeberangan.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa secara umum waktu tempuh pada ruas-ruas utama masih dalam kondisi terkendali meskipun terdapat kepadatan di beberapa titik tertentu. “Waktu tempuh pada ruas utama masih terkendali, meski terdapat kepadatan di titik tertentu seperti KM 57 dan KM 62. Ke depan, peningkatan kapasitas dan fasilitas akan terus dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Wilan Oktavian, menambahkan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja layanan selama periode puncak. “Meski terjadi kepadatan, waktu tempuh Jakarta–Semarang tetap stabil sekitar 5 jam 46 menit berkat rekayasa one way, sehingga kinerja layanan tetap terjaga,” jelasnya.

Secara keseluruhan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa sinergi antar pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator jalan tol, maupun aparat keamanan, mampu mendukung kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan selama periode Lebaran 2026. Kementerian PU menegaskan bahwa hasil evaluasi ini akan menjadi dasar dalam penyusunan langkah-langkah strategis ke depan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur jalan dan mengantisipasi pertumbuhan volume lalu lintas pada periode puncak berikutnya. Upaya tersebut mencakup peningkatan kapasitas ruas, optimalisasi manajemen lalu lintas, serta penguatan koordinasi lintas sektor guna memastikan pelayanan yang lebih andal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (BPJT/Mhn/Gr)