Progres Jalan Tol Harbour Road II Capai 47,41 Persen, Ditargetkan Fungsional Kuartal I 2028


Jakarta 25 September 2026 – Pembangunan Jalan Tol Ancol Timur–Pluit atau Harbour Road II terus menunjukkan kemajuan. Hingga saat ini, progres konstruksi telah mencapai 47,41 persen, sementara proses pengadaan lahan masih terus dilakukan untuk mendukung kelancaran pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) Arief Budhy Hardono dalam peninjauan pembangunan Jalan Tol Harbour Road II. Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama pembangunan proyek tersebut adalah proses pengadaan lahan yang memiliki tingkat kompleksitas cukup tinggi, baik dari sisi kepemilikan maupun aspek legal.

Menurut Arief, kondisi tersebut membuat proses penyelesaian lahan perlu dilakukan secara cermat dengan tetap memperhatikan aspek kepatuhan guna menghindari potensi permasalahan di kemudian hari. Hingga saat ini, progres pengadaan lahan telah mencapai 64,57 persen.

Selain penyelesaian lahan berdasarkan penetapan lokasi (penlok) sebelumnya, terdapat proses penlok pembaruan untuk sekitar 3,9 hektare lahan. Selanjutnya, terdapat kebutuhan penlok baru sekitar 8,4 hektare yang diperlukan untuk mendukung tahapan konstruksi, khususnya pada bagian proyek yang membutuhkan tambahan ruang untuk staging dan pelaksanaan pekerjaan.

Dengan penyelesaian tahapan tersebut, pembangunan Jalan Tol Harbour Road II ditargetkan dapat difungsionalkan pada kuartal I 2028. Fungsionalisasi akan menjadi tahap awal sebelum ruas tersebut memasuki pengoperasian secara penuh.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menekankan pentingnya penyelesaian pembangunan sesuai target waktu yang telah ditetapkan. Percepatan pembangunan perlu tetap diiringi dengan pengelolaan proyek yang baik serta memperhatikan kebermanfaatan infrastruktur bagi masyarakat.

Diana juga menekankan pentingnya koordinasi dan integrasi antarpihak dalam pelaksanaan pembangunan, sehingga setiap tahapan dapat berjalan secara efektif tanpa menghambat pekerjaan infrastruktur lainnya di kawasan sekitar.

Dari sisi konstruksi, proyek ini memiliki karakteristik khusus dengan penggunaan teknologi box girder selebar 14,3 meter yang menopang tiga lajur beserta bahu jalan. Struktur tersebut memiliki bentang sekitar 45 meter. Teknologi tersebut memungkinkan pelaksanaan erection dilakukan dengan tetap mempertimbangkan aktivitas kawasan dan fasilitas yang berada di bawah struktur jalan tol.

Arief menjelaskan bahwa penggunaan teknologi tersebut menjadi salah satu keunggulan dalam pelaksanaan konstruksi, mengingat pekerjaan dilakukan di kawasan perkotaan dengan aktivitas masyarakat dan kegiatan kawasan yang tetap berlangsung.

Selain pembangunan ruas Harbour Road II, pengembangan konektivitas menuju kawasan bandara juga terus didorong. Rencana kelanjutan konektivitas tersebut saat ini masih melalui proses perizinan pemrakarsa dan tahapan terkait lainnya. Secara keseluruhan, konektivitas hingga kawasan bandara direncanakan dapat dikembangkan secara bertahap.

Plt. Sekretaris BPJT Ira Ariani Chaerunisa menyampaikan bahwa pemerintah melalui BPJT akan terus memberikan dukungan kebijakan sesuai kewenangan untuk membantu kelancaran pembangunan. Dukungan tersebut dilakukan melalui koordinasi dan sinergi dengan badan usaha serta para pemangku kepentingan terkait.

Dukungan kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu menindaklanjuti berbagai kebutuhan proyek, termasuk penyelesaian tahapan pengadaan lahan dan aspek lainnya yang diperlukan agar pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan serta target yang telah ditetapkan.

Dalam peninjauan tersebut, turut dibahas pentingnya integrasi pembangunan jalan tol dengan penanganan drainase dan pengendalian banjir di kawasan sekitar. Integrasi antarpembangunan diperlukan agar pekerjaan jalan tol dapat berjalan beriringan dengan pekerjaan penanganan sumber daya air dan infrastruktur pendukung lainnya.

Koordinasi tersebut menjadi penting mengingat pembangunan infrastruktur di kawasan perkotaan memiliki keterkaitan yang erat antara satu pekerjaan dengan pekerjaan lainnya. Dengan integrasi sejak tahap pelaksanaan, diharapkan pekerjaan dapat berlangsung efektif dan tidak saling menghambat.

Jalan Tol Harbour Road II sendiri merupakan jalan tol layang yang menghubungkan kawasan Ancol Timur dengan Pluit dan memiliki panjang sekitar 9,68 kilometer. Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan jaringan jalan tol di kawasan Jakarta untuk mendukung konektivitas sekaligus meningkatkan kapasitas jaringan jalan.

Dengan dukungan pemerintah, BPJT, badan usaha, kontraktor, konsultan pengawas, serta seluruh pemangku kepentingan, pembangunan diharapkan dapat terus dipercepat dengan tetap mengedepankan keselamatan, kualitas konstruksi, kepatuhan, dan kebermanfaatan infrastruktur. Pencapaian target fungsional pada kuartal I 2028 menjadi salah satu tahapan penting dalam pengembangan konektivitas kawasan, sekaligus mendukung tersedianya jaringan jalan yang lebih terintegrasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. (BPJT/mhn)