Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan layanan infrastruktur dan transportasi dalam rangka Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kepada Komisi V DPR RI. Pada kesempatan ini Komisi V DPR RI memberikan apresiasi atas terselenggaranya layanan infrastuktur jalan pada Nataru yang aman, lancar, dan terkendali. “Secara umum penyelenggaraan jalan tol dan jalan nasional selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan lancar dan terkendali,” ujar Diana Kusumastuti dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI terkait “Evaluasi Layanan Infrastruktur dan Transportasi Dalam Rangka Natal 2025 Dan Tahun Baru 2026”, di Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/26).
Wakil Menteri Pekerjaan Umum menyampaikan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terus kolaborasi dengan 54 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, serta pemerintah daerah dalam pengoperasian 76 ruas jalan tol sepanjang 3.115 km dengan 539 Gerbang Tol dan 136 Tempat Istirahat (TIP) guna mendukung kelancaraan perjalanan pada saat Nataru. Kolaborasi ini terwujud melalui sinkronisasi posko terpadu, pertukaran data real-time arus kendaraan, serta koordinasi respons cepat terhadap dinamika cuaca ekstrem dan kepadatan lalu lintas selama periode 16 Desember 2025 – 4 Januari 2026.
Pembatasan angkutan barang berhasil menekan volume kendaraan berat dan menjadi salah satu faktor kelancaran arus kendaraan. Pembatasan angkutan barang berhasil menurunkan volume kendaraan berat 33,37% di ruas tol utama Jawa dan 34% di lintasan Merak-Bakauheni, sehingga arus mudik dan balik tetap terjaga tanpa mengganggu distribusi logistik.
Lebih lanjut Wakil Menteri Pekerjaan Umum menyebut lalu lintas keluar Jakarta mencapai 3,239 juta kendaraan yang berarti mengalami kenaikan sebesar 2,03% dari Nataru 2024/2025, dan masuk Jakarta sebanyak 3,145 juta kendaraan naik 2,31% dari tahun sebelumnya. Puncak mudik terjadi pada tanggal 20 Desember 2025 dimana sebanyak 189 ribu kendaraan meninggalkan Jakarta dan tanggal 24 Desember 2025 sebanyak 201 ribu kendaraan keluar Jakarta melalui di 4 Gerbang Tol utama.
Meski terjadi lonjakan kendaraan pada saat Puncak mudik Nataru tidak terjadi hambatan serius dengan adanya pengaturan dan rekayasa lalu lintas operasional jalan tol. Peningkatan Layanan Operasional jalan tol juga ditingkatkan seperti penambahan petugas 451 personil, penambahan mobile reader sebanyak 40 unit, titik top up e-toll 24 titik, penambahan petugas top up e-toll 69 orang dan penambahan kartu uang elektonik 34.105 kartu. Selain itu Kementerian PU menyiapkan dan membuka 4 ruas jalan tol fungsional sepanjang 142 km yang melayani 406 ribu kendaraan dan 9 TIP Fungsional dengan total 197 ribu pengunjung selama periode Nataru.(Wil/Gr)









