Pekanbaru – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan kualitas pelayanan jalan tol guna untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan tol, salah satunya dengan melaksanakan penyelenggaraan jalan tol berkelanjutan. Pada Rabu-Jumat (12-14/07/23) telah dilaksanakan penilaian jalan tol berkelanjutan pada Jalan Tol Pekanbaru – Dumai (131 Km) dan Pekanbaru – Padang seksi Pekanbaru – Bangkinang (40 km).
Dengan mengusung tema tahun ini adalah “Toll for All”, penilaian pada jalan tol Pekanbaru-Dumai dan Pekanbaru-Padang dilakukan pada main road yang sudah beroperasi penuh, main road yang masih dalam tahap konstruksi dan Tempat Istirahat Pelayanan (TIP) yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Pada Jalan Tol Pekanbaru – Dumai rencananya akan dibangun TIP di Km 45 Jalur A dan B, TIP Km 82 Jalur A dan B, sedangkan untuk Jalan Tol Pekanbaru – Padang TIP rencananya akan dibangun pada Km 36 Jalur A dan Jalur B.
Sudirman selaku Narasumber Penilai Tata Lingkungan mengatakan bahwa, pada tahun 2024 seluruh jalan tol diharapkan menjadi jalan tol yang mempunyai karakter keanekaragaman hayati salah satu contohnya adalah terowongan gajah yang terdapat di Jalan Tol Pekanbaru – Dumai dimana telah memiliki identitas dan daya tarik tersendiri.
“Karakter terowongan gajah ini bisa diangkat oleh ruas Jalan Tol Pekanbaru – Dumai yang merupakan jalan tol di Indonesia satu-satunya yang memiliki terowongan gajah. Hal ini dapat dikemas dengan karakter sehingga identitas keanekaragaman hayati itu bisa melekat di ruas ini. Karakter ini tetap harus diperhatikan nilai keindahannya dengan baik karena salah satu poin dari jalan tol berkarakter ini adalah bagaimana lanscape ini tetap indah dan nyaman dipandang dari segala segi aspek” ujar Sudirman.
Sebagai informasi terdapat 5 terowongan gajah pada Jalan Tol Pekanbaru – Dumai yang berada di Km 61, Km 69, Km 71, dan Km 74 yang berdekatan dengan Suaka Margasatwa Balai Raja. Dengan tetap mengedepankan unsur ekosistem 5 terowongan gajah ini dibangun mengingat daerah tersebut merupakan daerah yang kerap dilintasi kawanan gajah. Adanya terowongan ini memungkinkan kawanan gajah dapat berpindah dari satu titik ke titik lainnya yang merupakan komitmen Pemerintah untuk terus menjaga keanekaragaman hayati tanpa menganggu habitat gajah. Terowongan ini juga telah dilengkapi landscape berisikan berbagai jenis tanaman-tanaman yang diminati gajah.
Sudirman menambahkan, selaras dengan Jalan Tol Pekanbaru – Dumai bahwa pada Jalan Tol Pekanbaru – Padang juga diharapkan menjadi salah satu jalan tol berkarakter. Jalan Tol yang sudah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada bulan Januari 2023 ini sudah bagus untuk ruas tol yang baru beroperasi dilihat dari jenis tanamanan yang ada. Diharapkan ke depannya jalan tol ini dapat meningkatkan sesuatu yang menarik di main entrance untuk membedakan jalan nasional dan jalan tol, serta beautifikasi pada masing-masing gerbang tol dengan menambahkan tanaman yang bagus dengan tetap memperhatikan sanitasi saluran air agar tidak mengganggu main road. Untuk aspek keamanan personil seperti satpam atau penjaga dapat ditempatkan pada gerbang tol untuk memberikan rasa aman kepada pengguna jalan tol. Dari segi aspek kenyamanan pada gerbang tol agar tidak menimbulkan antrean pada gerbang tol karena saldo e-toll kurang, PT Hutama Karya selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dapat memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pengguna jalan tol melalui media-media mainstream.
“Untuk Rest Area yang masih dalam pengerjaan baik Jalan Tol Pekanbaru – Dumai dan Pekanbaru – Padang diharapkan dapat memperhatikan fungsi lingkungan seperti penghijauan yang dapat ditambahkan tanaman seperti angsana dan trembesi yang mempunyai kanofi baik, dan dari segi fungsi ekonomi rest area harus menghadirkan UMKM sebanyak 70%. Tidak hanya menghadirkan UMKM, Rest Area juga harus memiliki fungsi sosial dengan cara menghadirkan hiburan lokal seperti musik yang digemari oleh pengguna jalan tol, hal ini dapat memberikan hiburan tersendiri bagi pengguna jalan tol yang pada saat melakukan perjalanan kerap dilanda suntuk dan mengantuk.” tambah Sudirman
Yuana Sutyowati selaku Narasumber Penilai Pengembangan UMKM mengatakan bahwa konsep green toll road wajib dipenuhi oleh seluruh jalan tol di Indonesia termasuk Jalan Tol Pekanbaru – Dumai dan Pekanbaru – Padang karena konsep ini sudah termasuk dalam roadmap. Untuk mengusung green toll road di Rest Area, BUJT dapat menyediakan area recycle sampah yang dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomi. Jalan tol harus memiliki komitmen dalam memberikan rasa nyaman dan aman. Di samping itu ada beberapa tematik seperti hemat energi yang komprehensif pada jalan tol berkelanjutan tahun ini. Indikator pendukung Rest Area pada jalan tol adalah ramah gender salah satunya ramah perempuan terutama di toilet dengan membangun toilet perempuan lebih banyak dari toilet pria.
“Lokasi Rest Area menjadi bagian penting bagi kehidupan UMKM yang harus diperhatikan karena kehadiran UMKM juga diharapkan dapat memberikan dampak salah satunya aspek ekonomi bagi masyarakat sekitar. Rest Area menjadi destinasi menarik bagi pengguna jalan tol dengan menambahkan musik atau hiburan lainnya dengan berekerjasama dengan dinas Pariwisata setempat karena musik juga dapat mempunyai dampak perekonomian.” ujar Yuana.
Ranto Parlindungan Rajagukguk selaku Anggota Sekretariat Pelaksana menambahkan bahwa komposisi toilet di Rest Area harus berbanding 1 toilet pria : 2 toilet wanita, toilet juga diharuskan dijaga kebersihannya agar memberikan rasa nyaman bagi para pengguna jalan tol. Rest area juga harus ramah anak-anak dengan menyedikan urinor khusus dan wastafel yang ramah anak, toilet khusus yang ramah disabilitas juga harus disedikan di Rest Area ini serta ruang laktasi yang dapat digunakan oleh ibu dan anak. Pengolahan sampah menjadi kompos juga harus dihadirkan dalam Rest Area untuk mendukung green toll road, pupuk kompos ini dapat digunakan kembali untuk tanaman-tanaman di jalan tol.
Jarot Seno Wibawa selaku Branch Manager Jalan Tol Pekanbaru – Dumai dan Pekanbaru – Padang mengatakan bahwa semua masukan dari tim penilai akan dievaluasi kembali dan diterapkan pada jalan tol ini dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Jarot juga berterima kasih atas masukan dari tim penilai dan diharapkan setelah melakukan evaluasi pada kedua Jalan Tol ini selanjutnya dapat memberikan pelayanan prima pada pengguna jalan tol di Indonesia.
Penyelenggaraan jalan tol berkelanjutan dilakukan untuk memenuhi core function di ruas jalan tol yang meliputi aspek kelancaran, keselamatan dan kenyamanan pengguna ruas tol dengan menerapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol, serta terpenuhinya supporting function di Rest Area jalan tol berupa penerapan regulasi tentang Tempat Istirahat Pelayanan (TIP)/ Rest Area, dan terpenuhinya fungsi kebutuhan pendukung dan pelengkap di Rest Area. Penilaian jalan tol berkelanjutan selanjutnya diharapkan agar semua jalan tol di Indoensia dapat konsisten memenuhi SPM serta upaya beyond SPM yang nantinya dapat memberikan pelayanan optimal bagi pengguna jalan tol. (BPJT/Vivi&Vani)










