Slide 1

Tahun 2018, Pemerintah Akan Melelang 6 Ruas Jalan Tol


Rabu, 11/07/2018 00:00:00 WIB |   Pembangunan/Pembangunan Jalan Tol |   153

Kementerian PUPR melalui Badan Pengatur Jalan Tol menyelenggarakan acara Market Consultation Pengusahaan Jalan Tol di Gedung Kementerian PUPR, Selasa (10/7). Acara ini dimaksudkan untuk mempromosikan dan memaparkan ruas jalan tol yang akan dilelang sekaligus mendapatkan masukkan terhadap proyek infrastruktur tersebut. Turut menjadi narasumber dalam acara tersebut Anggota BPJT Unsur Profesi Koentjahjo Pamboedi, Anggota Unsur Akademisi Eka Pria Anas dan Richard Napitupulu. 

Pemerintah akan melelang enam ruas tol di tahun 2018 dengan total nilai investasi sebesar 124 Triliun dengan total panjang 327 Km.

“Dari keenam proyek tersebut, satu proyek bersifat solicited (milik pemerintah) dan lima proyek bersifat unsolicited (diprakarsai swasta).” Kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry Trisaputra Zuna.

Jalan tol yang bersifat solicited adalah Jalan Tol Semarang – Demak sepanjang 26,80 Km dengan nilai investasi sebesar 15,3 Triliun. Jalan tol ini diintegrasikan dengan tanggul laut di pantai utara Kota Semarang, mulai dari wilayah Kaligawe hingga Kali Sayung di Kabupaten Demak. Tanggul laut ini berfungsi untuk mengatasi banjir, rob dan penurunan (subsidence) di Semarang Utara bagian timur khususnya kawasan Kaligawe sampai Sayung.

Jalan tol bersifat unsolicited antara lain Jalan Tol Semanan – Balaraja sepanjang 31,90 dengan biaya investasi sebesar 16 Triliun, Jalan Tol Kamal – Teluknaga – Rajeg yang memiliki panjang 38,60 Km nilai investasi sebesar 23,16 Triliun, Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban dengan panjang 37,70 Km dan biaya investasi sebesar 6,40 Triliun, Jalan Tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap memiliki panjang 184 Km dengan biaya investasi 46,60 Triliun dan Jalan Tol Jembatan Balikpapan – Penajam Paser Utara sepanjang 7,6 Km dengan nilai investasi 16,50 Triliun.

Pengumuman pre-kualifikasi Jalan Tol Semarang - Demak akan diumumkan pekan depan untuk ruas milik pemerintah yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017. Setelah itu akan dilanjutkan dengan lima proyek jalan tol lainnya.

“Biasanya tahapan lelang membutuhkan waktu 5-6 bulan sebelum tanda tangan perjanjian pengusahaan. Setelah Market Consultation ini akan dilakukan pengumuman pre-kualifikasi. Maka diharapkan proses kontrak sudah bisa dilakukan pada akhir tahun ini.” Kata Kepala BPJT

Kepala BPJT menambahkan bahwa Market Consultation ini sebagai bentuk soft launching terhadap proyek infrastruktur sekaligus penjajakan minat pasar yang akan dilakukan melalui proses interaksi antara PJPK dengan para pemangku kepentingan dan bertujuan untuk menarik investor yang berinvestasi. Turut hadir dalam acara tersebut PT. Penjamin Infrastruktur Indonesia (Persero), PT. Jasamarga (Persero) Tbk, PT. Waskita Toll Road, PT. Hutama Karya, PT. Marga Mandala Sakti, PT. Lintas Marga Sedaya, Bappenas, PT. Citra Marga Nusaphala Persada, PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan Pers.

SHARE: