Slide 1

Presiden RI Joko Widodo Meresmikan Jalan Tol Solo-Ngawi Segmen Sragen-Ngawi Sepanjang 51,21 Km


Kamis, 29/11/2018 00:00:00 WIB |   Pembangunan/Pembangunan Jalan Tol |   78

Pemerintah secara bertahap menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Trans Jawa yang ditargetkan tersambung dari Merak hingga Surabaya sepanjang 870 Km pada akhir 2018 dan dilanjutkan hingga Banyuwangi dengan panjang 1.150 Km yang akan tersambung secara bertahap pada 2019. Satu lagi ruas tol yang diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo adalah Segmen Sragen-Ngawi 51,21 Km yang merupakan bagian dari Tol Solo – Ngawi 90,4 Km, Rabu (28/11).

Bertempat di depan Rest Area Km 538 Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dan Direktur Utama PT. Jasa Marga Desi Arryani.

“Saya senang sekali Tol Solo-Ngawi Segmen Sragen-Ngawi diresmikan. Artinya sebentar lagi dari Jakarta-Surabaya, di akhir 2018, InsyaAllah akan tersambung,” kata Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada Peresmian Jalan Tol Solo-Ngawi.

Dengan diresmikannya Segmen Sragen-Ngawi maka panjang Tol Trans Jawa dari Merak-Surabaya bertambah menjadi 690 Km dari keseluruhan 870 Km. Sementara empat ruas tol sepanjang 180 Km yang masih dalam tahap penyelesaian akhir adalah ruas Tol Pemalang-Batang sepanjang 33 Km, Batang-Semarang panjang 75 Km, Salatiga-Solo panjang 33 Km dan Wilangan-Kertosono dengan panjang 39 Km yang ditargetkan selesai seluruhnya pada akhir Desember 2018.

Presiden menyampaikan bahwa tersambungnya Tol Trans Jawa harus dimanfaatkan oleh para kepala daerah untuk mengintegrasikannya dengan kawasan-kawasan produktif, seperti kawasan industri dan pertanian, serta mendukung kawasan wisata. “Jangan sampai tol ini berdiri sendiri, tetapi harus terintegrasi (dengan pengembangan kawasan) agar manfaatnya maksimal,” kata Presiden Joko Widodo.

Pembangunan jalan tol juga akan mengakomodasi pengembangan dan pemasaran produk-produk lokal di Rest Area tol sehingga tidak hanya diisi oleh produk-produk asing. Contohnya di rest area KM 538 Tol Sragen-Ngawi yang diidominasi kuliner lokal seperti Soto Kwali, Lontong Opor, Soto Madura, Baso Malang.

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan dengan beroperasinya Tol Trans Jawa  akan memangkas biaya logistik. Sebagai informasi Jalan Tol Solo-Ngawi terbagi atas tiga segmen, yakni Segmen Junction Kartasura-Karanganyar sepanjang 21,38 Km (konstruksi oleh Pemerintah) yang sudah diresmikan pada 15 Juli 2018, Segmen Karanganyar-Simpang Susun (SS) Sragen panjang 13,84 Km (konstruksi oleh BUJT) yang sudah diresmikan pada 15 Juli 2018 dan Segmen SS Sragen-SS Ngawi dengan panjang 51,21 Km (konstruksi oleh BUJT) yang baru saja diresmikan.

Investasi pembangunan Tol Solo – Ngawi dilakukan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Pemerintah melalui Kementerian PUPR memberikan dukungan dana APBN sebesar Rp 2,57 triliun untuk pembiayaan sebagian konstruksi sepanjang 21,08 Km dari Kartasura hingga Karanganyar untuk meningkatkan kelayakan investasi jalan tol.

Investasi pembangunan Tol Solo-Ngawi dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Jasamarga Solo-Ngawi (PT. JSN) yang sebelumnya bernama PT. Solo Ngawi Jaya (PT. SNJ). Masa konsesi tol ini selama 40 tahun sejak penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada tahun 2011.

Usai diresmikan, Segmen Sragen-Ngawi bisa dilalui masyarakat dan belum dikenakan tarif sebagai bagian dari sosialisasi kepada masyarakat. Tarif tol akan diberlakukan mulai tanggal 6 Desember 2018 pukul 00.00 WIB. Tarif tol Solo-Ngawi sudah menggunakan formula dasar Rp. 1000/km dan penyederhanaan golongan kendaraan dari 5 menjadi 3 golongan, yakni Golongan 1, 2 dan 3.

Jalan Tol Solo-Ngawi memangkas waktu tempuh dari yang semula 3 jam dengan menggunakan jalur yang ada, sekarang dapat ditempuh hanya dalam waktu 1,5 jam. Turut mendampingi Dirjen Bina Marga Sugiyartanto yakni Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daerah Hedy Rahadian, Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna.

SHARE: