Slide 1

Presiden RI Joko Widodo Meresmikan Jalan Tol Depok – Antasari Seksi I Antasari – Brigif


Jum'at, 28/09/2018 00:00:00 WIB |   Pembangunan/Pembangunan Jalan Tol |   296

Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) Tito Sulistio meresmikan pengoperasian Tol Depok Antasari (Desari) Seksi I ruas Antasari – Brigif sepanjang 5,8 Km di Gerbang Tol Cilandak Utama, Jakarta Selatan, Kamis (27/9). Turut hadir dalam peresmian Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi  dan Direktur Utama PT. Citra Waspphutowa Djoko Sapto M. Mulyo.

Jalan Tol Depok - Antasari merupakan jawaban akan kebutuhan masyarakat terhadap sistem transportasi yang cepat dan nyaman. Diharapkan dengan beroperasinya jalan tol yang menjadi penghubung Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) dengan JORR II dapat memecahkan masalah kemacetan yang sering terjadi di jalan arteri. Khusus untuk Seksi I Antasari – Brigif melintasi lima kelurahan di kawasan Jakarta Selatan dan dua kelurahan di Kota Depok. 

"Satu lagi jalan tol yang diresmikan hari ini yakni Jalan Tol Depok-Antasari seksi I. Diharapkan dapat mempercepat mobilitas orang dan barang dari Jakarta menuju Depok," kata Presiden Joko Widodo.

Dikatakan Presiden, pembangunan  jalan tol ini merupakan salah satu contoh kerjasama yang baik antara swasta dengan BUMN, yakni antara  PT CMNP, BUMN PT Waskita Toll Road dan PT Pembangunan Perumahan. "Kalau kerjasama seperti ini dilakukan terus saya kira pembangunan tol dapat cepat diselesaikan," ujar Presiden Joko Widodo.

Jalan Tol Depok – Antasari mempunyai total keseluruhan panjang 21,60 Km dan terbagi menjadi terbagi dalam 3 seksi, yaitu: Seksi I (Antasari – Brigif) sepanjang 5,80 Km yang telah diresmikan, Seksi II (Brigif – Sawangan) sepanjang 6,30 Km yang masih dalam progres konstruksi sebesar 26,71% ditargetkan beroperasi pada Januari 2019, Seksi III (Sawangan – Bojong Gede) sepanjang 9,50 Km yang baru akan dimulai pengerjaan konstruksinya dan ditargetkan beroperasi pada januari 2021.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Jalan Tol Desari direncanakan akan terus dilanjutkan pembangunannya sampai Salabenda, Bogor sehingga jalan ini dapat menjadi rute alternatif Jalan Tol Jagorawi dari Jakarta ke Bogor. "Jalan tol ini sejajar dengan Tol Jagorawi, sehingga nanti kalau jalan tol ini tersambung sampai di Bogor, maka sekitar 40 persen arus lalu lintas di Jagorawi akan pindah kesini terutama bagi masyarakat di sekitar Kebayoran yang menuju Bogor," ujar Menteri PUPR.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, hingga saat ini Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Desari untuk rencana pembangunannya masih sampai Depok. Namun menurutnya saat ini tengah dibahas rencana penambahan ruang lingkup PPJT Tol Desari hingga ke Salabenda, Bogor. "Jika pembangunannya sampai Bogor diperkirakan ada penambahan investasi dari sekitar Rp 4,88 triliun menjadi Rp 6,5 triliun," ujar Kepala BPJT.

Pengusahaan Jalan Tol Depok – Antasari dilaksanakan oleh PT. Citra Waspphutowa yang merupakan anak perusahaan PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) dengan saham mayoritas dimiliki PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) sebesar 62,50 %, PT Waskita Toll Road sebesar 25 % dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) sebesar 12,50 %. Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol ditandatangani          pada tanggal 29 Mei 2006 dan diamandemen pada tanggal 7 Juni 2011. Masa konsesi pengusahaan Jalan Tol Depok - Antasari adalah 40 tahun terhitung sejak penerbitan Surat Perintah Mulai Konstruksi (SPMK).

Turut mendampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti, Direktur Jenderal Bina Marga Sugyartanto, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna, Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Bina Marga Subagiono, Sekretaris BPJT Darda Daraba, Direktur Preservasi Jalan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Atyanto Busono, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Hari Suko Setiono, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

SHARE: