Slide 1

Peresmian Jalan Tol Semarang - Solo Seksi II (Ungaran - Bawen)


Senin, 07/04/2014 11:29:51 WIB |   Berita/Peresmian |   22

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, meresmikan Pengoperasian Jalan Tol Semarang – Solo Seksi II (Ungaran – Bawen) (4/4). Peresmian dilaksanakan di Gerbang Tol Bawen, Semarang.

Dalam sambutannya, Menteri PU yakin, Jalan Tol Semarang – Solo akan memberikan manfaat bagi pengembangan kawasan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan mendukung pertumbuhan kawasan.

”Dengan selesainya pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo Seksi II (Ungaran-Bawen) berarti kita telah berhasil mengatasi kendala yang ada, terutama kendala terkait pengadaan tanah,” tutur Djoko.

Menteri PU berharap dengan pengoperasian Jalan Tol Semarang – Solo Seksi II (Ungaran – Bawen) dan ketersediaan dana BLU serta dana land capping, akan mendorong penyelesaian tanah untuk Seksi berikutnya menjadi lebih cepat sehingga pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo secara utuh dapat segera terealisasi.

Selain pengadaan tanah, kata Djoko, salah satu kendala lain yang telah diselesaikan dalam pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo adalah kondisi geologi. Kondisi geologi yang dilewati oleh jalan tol ini dapat dikatakan tidak bersahabat, sehingga dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan memerlukan kekhususan. Kami berharap, setelah jalan tol ini beroperasi, PT. Trans Marga Jateng selalu melakukan monitoring dan evaluasi, khususnya untuk hal-hal yang memiliki kekhususnya tersebut. 

Selain itu, Djoko mengungkapkan bahwa Jalan Tol Semarang – Solo mempunyai keunikan tersendiri, dimana untuk Seksi III, IV, dan V saat ini belum memiliki kelayakan yang memadai. Namun PT. Jasa Marga (Persero) Tbk. telah berkomitmen akan melakukan segala upaya dalam rangka percepatan pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo, mengingat pentingnya jalan tol ini.

”Oleh karena itu, Pemerintah sangat mengapresiasi komitmen dari PT. Jasa Marga (Persero) Tbk. tersebut,” tambah Djoko.

Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Danis H. Sumadilaga mengatakan bahwa jalan tol yang diresmikan hari ini merupakan salah satu bagian dari 10 ruas tol Trans Jawa yaitu ruas Semarang-Solo yang memiliki panjang keseluruhan 72,64 km dan terdiri dari 5 seksi.

“Untuk seksi II ini terdiri dari empat paket pekerjaan dan mempunyai panjang 11,95 km,”tambah Danis.

Danis menyampaikan, bahwa guna mendukung pengadaan tanah, Pemerintah telah mengalokasikan dana BLU sebesar Rp. 927 Milyar dan telah dikembalikan oleh PT. Trans Marga Jateng sebesar Rp. 247,5 Milyar, serta dana dukungan (land capping) sebesar Rp. 867 Milyar yang berasal dari APBN.

Selanjutnya, dari 10 ruas tol Trans Jawa masih terdapat empat ruas jalan tol yang sedang dalam tahap pembebasan lahan yaitu Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang dan Ngawi Kertosono.

“Untuk pembebasan lahan di beberapa ruas, seperti Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang dan Batang-Semarang Kementerian PU meminta kepada pemerintah daerah dan stakeholder lainnya agar melakukan percepatan sehingga pembangunan jalan tol dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat biaya,” kata Danis.

Danis menambahkan, selama masa sosialisasi kendaraan yang melintas Seksi Ungaran-Bawen tidak dikenakan biaya selama satu minggu. Nantinya tarif yang dikenakan untuk Ungaran-Bawen ini adalah Rp 7000, Semarang-Ungaran Rp 6500 dan Semarang Bawen Rp 13.500.

Profil Tol Semarang-Solo

Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Semarang – Solo ditandatangani pada tanggal 15 Desember 2006 dan telah dialihkan dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk. kepada PT Trans Marga Jateng pada tanggal 3 Desember 2008 dan sesuai Amanat Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2005 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur, telah dilakukan evaluasi penerusan Pengusahaan Jalan Tol dan ditindaklanjuti dengan amandemen PPJT pada tanggal 30 Maret 2012.

Total investasi yang diperlukan untuk pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo sebesar Rp. 6,2 Trilyun, yang berasal dari equity PT. Trans Marga Jateng dan Pinjaman dari Sindikasi Perbankan. Equity PT. Trans Marga Jateng berasal dari setoran modal para pemegang saham, yaitu PT. Jasa Marga sebesar 60% dan PT. Sarana Pembangunan Jawa Tengah sebesar 40%. Sedangkan pinjaman dari sindikasi perbankan yang terdiri dari Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI dan Bank Jateng senilai ± Rp. 4,7 Trilyun.

Jalan Tol Semarang – Solo terbagi menjadi 5 (lima) seksi, yaitu :

  1. Seksi I (Semarang – Ungaran) sepanjang 11,00 km telah beroperasi sejak 10 November 2011;
  2. Seksi II (Ungaran – Bawen) sepanjang 11,95 km, yang sesaat lagi akan mulai beroperasi;
  3. Seksi III (Bawen – Salatiga) sepanjang 17,29 Km;
  4. Seksi IV (Salatiga - Boyolali) sepanjang 24,13 Km; dan
  5. Seksi V (Boyolali – Solo) sepanjang 8,41 Km.

Seksi III, IV dan V akan dimulai pembangunannya setelah pengadaan tanah selesai dilaksanakan. (nrm)

Pusat Komunikasi Publik

040414

SHARE: