Slide 1

Pembangunan Tol Cijago Seksi II Dimulai


Jum'at, 21/03/2014 09:25:37 WIB |   Pembangunan/Pembangunan Jalan Tol |   84

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meresmikan pencanangan pembangunan Jalan Tol Cinere-Jagorawi Seksi II (Jalan Raya Bogor – Kukusan), Kamis (20/3). Ruas tol tersebut merupakan bagian dari rencana pembangan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2 (JORR2). Hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri PU Hermanto Dardak, Dirut PT Translingkar Kita Jaya Hilman Muchsin, Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail dan pejabat terkait.

 

Pembangunan Jalan Tol Cinere – Jagorawi membutuhkan dana sebesar Rp. 2,4 Trilyun yang berasal dari equity PT. Translingkar Kita Jaya dan didukung pendanaan melalui sindikasi perbankan yang terdiri dari Bank Mandiri, Bank DKI dan Bank Jatim.

 

Pembangunan Jalan Tol Cinere – Jagorawi terbagi menjadi 3 (tiga) seksi. Seksi I (Jagorawi – Raya Bogor) sepanjang 3,70 km telah selesai pembangunannya dan telah beroperasi sejak tanggal 27 Januari 2012. PT Translingkar Kita Jaya akan memulai pembangunan Seksi II (Raya Bogor – Kukusan) sepanjang 5,50 Km dan diharapkan Seksi III (Kukusan – Cinere) sepanjang 5,44 Km juga dapat segera dimulai pembangunannya, sehingga seluruh Jalan Tol Cinere-Jagorawi dapat beroperasi pada tahun 2016.

 

Dalam rangka percepatan pembangunan Jalan Tol Cinere-Jagorawi, PT Translingkar Kita Jaya melakukan upaya percepatan dengan mulai membangun Seksi II (Raya Bogor-Kukusan) meskipun pengadaan tanah untuk Seksi ini belum selesai 100%.

 

Tanah yang dibutuhkan untuk pelaksanaan konstruksi Seksi II seluas + 53,02 Ha dan telah dibebaskan seluas + 46,17 Ha (87,08%). Sisa tanah yang belum dibebaskan saat ini dalam proses penyelesaian baik melalui musyawarah maupun konsinyasi dan diharapkan dapat diselesaikan pada pertengahan tahun 2014.

 

Pembangunan Jalan Tol Cinere-Jagorawi Seksi II seluruhnya berlokasi di wilayah Kota Depok, Jawa Barat dan dibangun menggunakan konstruksi perkerasan kaku (rigid pavement) dengan jumlah lajur 2 x 3 lajur serta didesain dengan kecepatan rencana 100 km/jam. Pelaksanaan konstruksi direncanakan selesai pada bulan Februari 2015 dengan kontraktor PT Hutama Karya.

 

Ke depan, Pemerintah akan terus berupaya untuk dapat meningkatkan dan memperbaiki proses investasi sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan jalan tol. “Kami berharap PT Translingkar Kita Jaya dapat memberikan informasi ke komunitas investor lainnya, khususnya yang tertarik dengan sektor infrastruktur di Indonesia, bahwa investasi jalan tol di Indonesia tidaklah sesulit yang dibayangkan, dan untuk senantiasa tidak cepat menyerah dalam melaksanakan pembangunan jalan tol,” ujar Menteri PU. (ind)

 

Pusat Komunikasi Publik

200314

SHARE: