Slide 1

Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol Dalam Memberikan Kenyamanan pada Setiap Rest Area


Senin, 05/08/2019 00:00:00 WIB |   Berita/Peresmian  |   66

Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan dalam rangka memberikan pelayanan terbaik pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol tidak hanya diberikan pada kenyamanan dan keselamatan mengemudi di jalan tol saja, tetapi juga harus diterapkan pada rest areanya juga.

Sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) PU No. 16/PRT/M/2014 telah diatur Standar Pelayanan Minimal (SPM) Jalan Tol yang bertujuan untuk memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat sebagai pengguna jalan tol, termasuk pengaturan pada tempat istirahat dan pelayanan, yang juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan konsep pengelolaan jalan tol berkelanjutan.

“Pengelolaan jalan tol dan rest area harus lebih dari sekadar memenuhi SPM dan kenaikan tarif tol. Kedepannya manfaat ini dapat dirasakan sebagai upaya peningkatan pelayanan terbaik oleh masyarakat kedepan,” Demikian dikatakan Menteri Basuki saat memberikan arahannya pada acara Seminar Pengelolaan Jalan Tol Berkelanjutan, di Auditorium Kementerian PUPR, Jum’at (2/8/19).

Dikatakan Menteri Basuki, peningkatan kualitas jalan tol dan rest area harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Peningkatan tersebut bertujuan untuk memberikan kenyamanan dalam penggunaan jalan tol. Kehadiran rest area terutama di jalan tol yang baru, juga didorong untuk dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi perekonomian masyarakat lokal, melalui penyediaan kios-kios bagi UMKM untuk mempromosikan produk dan kuliner lokal.

“Standar peningkatan kualitas jalan tol itu perlu disepakati bersama dan akan terus dikomunikasikan dengan asosiasi selaku BUJT, Masyarakat Transportasi Indonesia, Asosiasi Tol Indonesia, dan juga Asosiasi Pengelola Rest Area Indonesia untuk bisa bersama-sama dapat mengevaluasi dan meningkatkan kualitas rest area di jalan tol,” kata Menteri Basuki.

Ditambahkan Staf Ahli Menteri Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, Sudirman mengatakan tahun 2019 ini, Kementerian PUPR akan melakukan penilaian terhadap kualitas layanan jalan dan TIP di seluruh ruas jalan tol. Kualitas layanan TIP secara menyeluruh juga berkaitan dengan aspek kenyamanan pengguna, yakni aspek kenyamanan, kerapihan dan kualitas lingkungan, serta kelengkapan fasilitas untuk kesetaraan gender bagi kaum difabel, orang lanjut usia, wanita, dan anak-anak. 

Selanjutnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, Pertama dalam mengelola jalan tol berkelanjutan, pada jalan tol yang terbangun harus menjadi instrumen transformasi. Kita terus lakukan pengelolaan pengusahaan yang lebih baik, kemudian memperbaiki kontrak pengusaahan jalan tol.

Kedua, dikatakan Danang, para BUJT dan para asosiasi dapat menjalankan bisnisnya, menerapkan basic pelayanan jalan mengenai sistem keamanan (safety) yang fungsinya untuk mengurangi jumlah dan tingkat kecelakaan. Kita telah menyusun mengenai pedoman road map zero fatalities untuk mengurangi jumlah kematian dan kecelakaan. “Dan isu Ketiga dalam mewujudkan jalan tol berkelanjutan yang juga penting yaitu mencari solusi dalam mengatasi Over Load Over Dimension (ODOL),” katanya.

SHARE: