Slide 1

PPJT Tiga Ruas Tol Senilai Rp 21,6 Triliun Ditandatangani


18 September 2015 |   Berita/Umum  |   393

PPJT Tiga Ruas Tol Senilai Rp 21,6 Triliun Ditandatangani

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menandatangani tiga Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) senilai Rp 21,60 triliun untuk pembangunan tol sepanjang 171,01 Km pada Jumat (4/9) di Jakarta. Tiga ruas jalan tol tersebut yaitu Bakauheni-Terbanggi Besar, (155,44 Km) Palembang-Indralaya (24,48 Km) dan Soreang-Pasir Koja (8,15 Km).

 

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jenderal Bina Marga , Bapak Hediyanto Husaini yang mewakili pihak Kementerian PUPR dengan pihak investor dari PT Hutama Karya untuk ruas Bakauheni-Terbanggi Besar serta Palembang-Indralaya dan gabungan PT Wijaya Karya, PT. Citra Marga Nusaphala Persada, PT. Jasa Sarana dan PT. Citra Marga Lintas Jabar untuk jalan tol Soreang-Pasir Koja. 

 

Menteri PUPR, Bapak Basuki Hadimoeljono mengatakan, ketiga jalan tol tersebut akan menghubungkan pusat kegiatan nasional dengan pusat kegiatan strategis lainnya seperti bandara, pelabuhan dan lainnya. Dengan terhubungnya pusat-pusat kegiatan itu maka distribusi logistik akan lebih cepat dengan biaya murah sehingga meningkatkan daya saing.

 

Bapak Menteri PUPR menjelaskan, untuk pembangunan jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar dan jalan tol Palembang-Indaralaya yang merupakan bagian dari jalan tol Trans Sumatera, diterapkan skema penugasan kepada PT. Hutama Karya. Penugasan tersebut berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 100 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera.

 

“Skema ini diberlakukan untuk ruas-ruas jalan tol yang layak secara ekonomi namun tidak layak secara finansial dan secara pendanaan pemerintah memiliki keterbatasan,” terang Bapak Menteri PUPR.

 

Dengan skema penugasan, untuk jalan tol Bakauheni -Terbanggi Besar, ada penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 8,067 triliun. Sementara untuk pinjaman perbankannya senilai Rp 8,067 triliun. Konstruksi jalan tol tersebut direncanakan rampung pada akhir 2018, sedangkan untuk proses pengadaan tanahnya selesai pada 2016. Jalan tol tersebut terbagi menjadi tiga seksi yaitu Bakauheni - Interchage (IC) Sidomulyo, IC Sidomulyo - IC Branti dan IC Branti - IC Terbanggi Besar.

 

Untuk pembangunan jalan tol Pembangunan Palembang - Indralaya, PT. Hutama Karya juga mendapat PMN sebesar Rp 2,31 triliun. Sumber pendanaan lainnya akan berasal dari pinjaman perbankan senilai Rp 990,336 miliar. Ruas jalan tol sepanjang 24,48 Km tersebut juga terbagi menjadi tiga seksi yaitu Palembang - IC Palumutan, IC Palumutan - IC KTM serta IC KTM - Indralaya.

 

Pembebasan lahan ditargetkan dapat selesai pada akhir tahun ini. Sementara pengerjaan fisiknya direncanakan rampung pada 2017. Sebagai informasi, PT. Hutama Karya mendapatkan hak pengusahaan (konsesi) untuk jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar dan jalan tol Palembang - Indralaya selama 40 tahun.

 

Ruas lainnya yang ditandatangani  PPJT-nya adalah jalan tol Soreang-Pasir Koja dengan dana investasi Rp 1,51 triliun. Jalan tol tersebut akan menjadi akses yang menghubungkan Kota Bandung ke Bandung Selatan. Hal ini bertujuan untuk pemerataan perkembangan daerah di Bandung yang selama ini masih bertumpu di wilayah Utara. Selain itu, jalan tol Soreang-Pasir Koja merupakan salah satu infrastruktur yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional XVI di Jawa Barat.

 

SHARE: