Slide 1

Kunjungan Kepala BPJT Ke Jalan Tol Cengkareng - Batuceper – Kunciran dan Jalan Tol Krian – Legundi – Bunder – Manyar


08 Februari 2020 |   Berita/Umum  |   177

Kunjungan Kepala BPJT Ke Jalan Tol Cengkareng - Batuceper – Kunciran dan Jalan Tol Krian – Legundi – Bunder – Manyar

Jakarta – Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit pada Kamis, (7/2/20) melakukan kunjungan lapangan mengecek secara langsung konstruksi pembangunan salah satu ruas tol JORR II yaitu Jalan Tol Cengkareng - Batuceper – Kunciran.

Jalan Tol ini dibangun sepanjang 14,19 Km yang terbagi menjadi 4 seksi yaitu Seksi I Kunciran - Tirtayasa sepanjang (2,04 Km), Seksi II Tirtayasa - Benteng Betawi (3,52 Km), Seksi III Benteng Betawi - H. Sastranegara (6,57 Km), dan Seksi IV H. Sastranegara - SS Benda (2,06).

Saat ini progress Jalan Tol Cengkareng - Batuceper – Kunciran telah mencapai 74,61 % dan ditargetkan akan beroperasi pada pertengahan tahun 2020 mendatang.

Pada siang harinya, Kepala BPJT Danang Parikesit bertolak melanjutkan kunjungan kerjanya ke salah satu ruas tol di Surabaya yaitu Jalan Tol Krian – Legundi – Bunder – Manyar di Provinsi Jawa Timur sepanjang 38,40 Km. Hingga Februari 2020 ini, progres konstruksi Seksi 1 – 3 pembangunan jalan tol tersebut telah mencapai 82,49 persen dan ditargetkan akan beroperasi pada akhir tahun 2020 mendatang.

Jalan Tol Krian – Legundi – Bunder – Manyar terbagi menjadi empat seksi, yaitu Seksi 1 ruas Krian – Kademean Mengganti sepanjang 9,77 Km, Seksi 2 ruas Kademean Mengganti – Boboh sepanjang 8,83 Km. Selanjutnya, untuk Seksi 3 ruas Boboh – Bunder sepanjang 10,40 Km, dan untuk Seksi 4 ruas Bunder – Manyar yaitu sepanjang 9,40 Km.

Kehadiran jalan tol yang merupakan bagian dari jalan tol Non Trans Jawa nantinya akan menghubungkan aksesibilitas lalu lintas kendaraan antar wilayah di daerah Krian, Kabupaten Sidoarjo dengan Manyar, dan Kabupaten Gresik.

Jalan Tol Krian – Legundi – Bunder – Manyar merupakan jalan tol yang menghubungkan antar kawasan industri utama di wilayah penyangga utama Kota Surabaya, yaitu Sidoarjo dan Gresik.

Jalan tol ini juga dapat memberikan manfaat penting dalam mengurai titik kemacetan di jalan tol Surabaya – Gempol. Selain itu, juga memberikan dukungan lain dalam akses mobilitas kendaraan logistik pada sekitar kawasan Pelabuhan di Jawa Timur. (BPJT/Dms)

SHARE: