Slide 1

Dukungan Konektivitas Roda Perekonomian Pulau Sumatera Melalui Jalan Tol Medan – Binjai


20 Januari 2020 |   Berita/Umum  |   253

Dukungan Konektivitas Roda Perekonomian Pulau Sumatera Melalui Jalan Tol Medan – Binjai

Jakarta - Pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR terus memfokuskan penyelesaian tahap akhir sebagian pembangunan Jalan Tol Medan – Binjai Seksi 1 ruas Tanjung Mulia - Helvetia, dan diharapkan dapat selesai sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan.

Jalan tol Medan - Binjai yang merupakan bagian dari ruas tol Trans Sumatera sepanjang 16,72 Km terbagi menjadi 3 seksi, yaitu Seksi 1 ruas Tanjung Mulia – Helvetia sepanjang 6,72 Km, Seksi 2 ruas Helvetia – Semayang sepanjang 6,18 Km, dan Seksi 3 ruas Semayang – Binjai sepanjang 4,28 Km.

Untuk Seksi 1 ruas Tanjung Mulia – Helvetia (progres telah mencapai 94,15%) ditargetkan akan rampung keseluruhan pada pertengahan tahun 2020 mendatang, kemudian Seksi 2 ruas Helvetia – Semayang dan Seksi 3 Semayang - Binjai (progres telah mencapai 100%) sudah beroperasi sejak Oktober 2017 lalu).  Jalan tol yang pengelolaannya oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Hutama Karya (Persero) dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp. 2,50 triliun.

Kepala BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, Jalan Tol Medan -  Binjai akan menjadi pendukung konektivitas roda perekonomian lalu lintas kendaraan umum maupun logistik masyarakat sekitar Sumatera Utara.

“Bukan hanya itu, ruas tol ini juga akan memiliki nilai penting yang dapat membangkitkan tulang pungggung perekonomian di wilayah Indonesia bagian barat khususnya di Pulau Sumatera,” kata Danang.

Kehadiran Jalan Tol Medan – Binjai dapat memberikan manfaat besar dalam mengurangi kemacetan di jalan arteri yang menjadi jalur utama lalu lintas Medan - Aceh. Jalan Tol ini juga menjadi salah satu infrastruktur pendukung sebagai aksesibilitas menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke. 

Jalan tol ini akan terhubung secara langsung dengan Jalan Tol Belawan - Medan - Tanjung Morawa sepanjang (43 Km) dan Jalan Tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi (61,72 Km) yang keduanya telah beroperasi.

Secara keseluruhan, Jalan Tol Trans Sumatera akan terbentang panjang dari Lampung hingga Aceh Ditargetkan, keseluruhan ruasnya dapat selesai konstruksinya pada tahun 2024. Terbangunnya Jalan Tol Trans Sumatera yang terbangun cukup panjang, menjadi suatu jawaban atas terhubungnya setiap wilayah yang terus dikoneksikan dengan daerah yang dahulunya sulit dijangkau melalui jalan bebas hambatan. (BPJT/Dms)

SHARE: